Untukmenyiasati pembelian di toko yang merosot tajam, apalagi sejak ada pandemi, toko-toko di pasar itu mulai menjajakan produknya lewat online shop. Upaya Penghematan dengan Beli Pakaian Bekas "Kalau cowok cari barang yang susah dicari dan bermerk seperti Zara, Tomy Hilfiger, ya merk ke atas. Kualitas untuk cowok itu berbeda dengan cewek
SOLO – Berburu pakaian bekas impor bermerek kini menjadi tren. Satu sisi untuk membeli barang baru bermerek harus menguras kantong. Apalagi dampak Covid-19 belum sepenuhnya pulih. Sementara di sisi lain eksistensi pergaulan sosial harus terpenuhi. Tren berburu ‘awul-awul’ di kalangan orang-orang zaman dulu jadul itu kini dikenal sebagai agenda thrifting oleh anak zaman now. Pameran thrifting atau pakaian bekas impor ini memang menjadi surga belanja menarik dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena yang dulu hanya ada di pinggir jalan dan dilakoni masyarakat kelas bawah itu kini naik pamor dan menjadi ajang perburuan fesyen warga kelas menengah bahkan atas. Semua kini tak lagi malu-malu saat mengenakan pakaian bekas karena merek mentereng yang bisa dilihat oleh banyak orang. “Kalau zaman saya dulu namanya awul-awul. Dan yang cari itu rata-rata yang laki-laki karena mereka tidak malu kalau pakai pakaian bekas. Kalau sekarang ini, dari remaja hingga orang dewasa mulai tidak malu mengenakan pakaian bekas seperti ini. Bahkan secara terbuka mereka mengakui saat ditanya pakaian mereka beli di mana, O.. ini beli di thrift kemarin,” ujar penggagas Nglapak-Day, Sindu kepada Jawa Pos Radar Solo. Ngelapak-Day yang kini dikenal sebagai pameran thrifting itu dulunya bukanlah event pameran fesyen bekas. Dulu event ini dibentuk karena kegundahan karena ekonomi seret yang dirasakan Sindu dan kawan-kawan. Lebih-lebih kala itu banyak rekan-rekannya yang terpaksa dirumahkan dari pekerjaan sebelumnya. Kegundahan itu akhirnya berujung terlaksananya sebuah kegiatan yang dihelat pada 26-29 Juni 2020 di Gudang Sekarpace. Nglapak-Day mulai berubah jadi pameran thirft pada gelaran-gelaran selanjutnya kala pedagang pakaian bekas impor mulai bergabung dengan kelompoknya. “Awalnya bukan jualan barang bekas dan bukan hanya fesyen saja. Ada yang jual helm, sepeda, motor custom, dan lainnya. Pada event kedua itu mulai masuklah tenant-tenant thrift. Waktu itu yang bukan thrift hanya dua, satu punya saya dan satu produk kaos band punya teman saya. Dari sana sampai ke sini banyak pelaku thrift masuk di sini,” beber dia. Fenomena thrift kian menjamur dan berkembang pesat sejak pada pandemi beberapa tahun ini. Pada 2020-2021 segmen pasar pakaian bekas impor masih dipenuhi kalangan anak muda. Namun masuk 2022 kalangan orang tua mulai masuk ke segmen pakaian bekas ini. Ini mulai menggeser dominasi pakaian distro yang booming era 2000-2015 lalu. “Saya tidak begitu paham peminat thrift ini karena apa, apakah karena hobi cari pakaian bekas bermerek, atau karena tidak punya uang untuk beli barang baru. Ini saya saksikan sendiri karena peminatnya terus bertambah. Sampai ke event yang ketujuh ini tetap ramai,” jelas dia. Dari data yang dipegang oleh Sindu, tenant-tenant yang bergabung dalam event bentukannya itu bisa dibilang panen pembeli. Rata-rata omzet harian mereka tembus jutaan hingga puluhan juta. Bahkan beberapa tenant besar ada yang untung sampai ratusan juta selama event berlangsung. Fenomena thrift akhirnya membuka peluang bisnis baru bagi sebagian orang untuk terus memutar roda ekonomi yang sempat jalan di tempat selama pandemi. Sebab, banyak usaha yang kolap dan karyawan terkena pemutusan hubungan kerja PHK. “Kalau ada yang bilang Indonesia jadi penampung sampah luar negeri, ya memang itu faktanya. Salah siapa? Tentu bukan kami. Salahkan pihak yang meloloskan barang ini saja. Kami hanya memanfaatkan untuk bisnis,” sindir Sindu. Pakaian bekas memang menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Dalam sehari event digelar tercatat 30 ribu orang masuk ke lokasi kegiatan baik untuk belanja atau hanya sekadar melihat-lihat. Salah seorang pembeli barang thrift, Rahardian Febri mengaku sesekali membeli barang-barang seperti pakaian dan sepatu bekas di event thrift yang banyak dihelat di Kota Bengawan. Karena itu mereka tak pelit menghabiskan uang sampai Rp 500 ribu hanya untuk membeli barang bekas tersebut. “Saya beli sepatu, kalau istri beli kemeja dan beberapa baju. Habis Rp 500 ribu ini tadi. Rp 300 ribu untuk sepatu, ini sisanya belanja pakaian istri,” kata dia. Memberi barang bekas dalam event semacam itu tidak menjadi halangan bagi pasangan suami istri yang satu ini. Lebih-lebih karena mereka beranggapan bisa lebih irit daripada belanja barang baru. Toh barang-barang yang dijual pun masih memiliki kualitas yang baik dan layak untuk digunakan. “Lebih irit bisa sampai 50 persen lebih. Misalnya sepatu ini saya beli Rp 300 ribu, padahal kalau baru itu di atas Rp 1 juta,” kata dia. Pakaian dan barang-barang fesyen bekas di pameran thirft memang jauh berbeda dengan yang ada di pasar loak yang khusus menyediakan barang serupa. Bekas bukan sekadar bekas namun harus berkualitas. Itulah konsep yang diusung oleh para pelaku usaha pakaian bekas yang kerap ikut pameran seperti di event Nglapak-Day tersebut. “Barang-barang saya ini bermerek semua, saya ambil dari Jepang, Korea, dan Australia, juga beberapa barang yang sudah diseleksi dari Jakarta, Bandung, dan kota besar lainnya. Kualitas dan kemasan bagus. Sudah dicuci dan disetrika,” kata Irene Rosdiana, Fakarin Thrift Shop Solo. Perempuan yang sempat terkena PHK massal saat pendemi itu akhirnya menemukan peluang baru untuk bisa memutar roda perekonomian. Bersama kawannya dia pun membentuk toko online pakaian bekas impor tersebut dan rutin mengikuti pameran. Dia pun selalu menjaga kualitas pakaian bekas yang dia jual agar selalu memuaskan para pelanggannya yang hadir dalam berbagai usia. “Saya bangun usaha ini sejak 2019. Awalnya iseng-iseng juga karena sebelumnya juga suka nge-thrift juga. Setelah kena PHK akhirnya saya mulai jualan fesyen seperti ini. Setahun itu bisa 12 kali event dan hanya di Solo. Saya kira makin ke sini makin diminati masyarakat dan makin merangkul berbagai segmen pembeli,” beber Irene. ves/bun/dam SOLO – Berburu pakaian bekas impor bermerek kini menjadi tren. Satu sisi untuk membeli barang baru bermerek harus menguras kantong. Apalagi dampak Covid-19 belum sepenuhnya pulih. Sementara di sisi lain eksistensi pergaulan sosial harus terpenuhi. Tren berburu ‘awul-awul’ di kalangan orang-orang zaman dulu jadul itu kini dikenal sebagai agenda thrifting oleh anak zaman now. Pameran thrifting atau pakaian bekas impor ini memang menjadi surga belanja menarik dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena yang dulu hanya ada di pinggir jalan dan dilakoni masyarakat kelas bawah itu kini naik pamor dan menjadi ajang perburuan fesyen warga kelas menengah bahkan atas. Semua kini tak lagi malu-malu saat mengenakan pakaian bekas karena merek mentereng yang bisa dilihat oleh banyak orang. “Kalau zaman saya dulu namanya awul-awul. Dan yang cari itu rata-rata yang laki-laki karena mereka tidak malu kalau pakai pakaian bekas. Kalau sekarang ini, dari remaja hingga orang dewasa mulai tidak malu mengenakan pakaian bekas seperti ini. Bahkan secara terbuka mereka mengakui saat ditanya pakaian mereka beli di mana, O.. ini beli di thrift kemarin,” ujar penggagas Nglapak-Day, Sindu kepada Jawa Pos Radar Solo. Ngelapak-Day yang kini dikenal sebagai pameran thrifting itu dulunya bukanlah event pameran fesyen bekas. Dulu event ini dibentuk karena kegundahan karena ekonomi seret yang dirasakan Sindu dan kawan-kawan. Lebih-lebih kala itu banyak rekan-rekannya yang terpaksa dirumahkan dari pekerjaan sebelumnya. Kegundahan itu akhirnya berujung terlaksananya sebuah kegiatan yang dihelat pada 26-29 Juni 2020 di Gudang Sekarpace. Nglapak-Day mulai berubah jadi pameran thirft pada gelaran-gelaran selanjutnya kala pedagang pakaian bekas impor mulai bergabung dengan kelompoknya. “Awalnya bukan jualan barang bekas dan bukan hanya fesyen saja. Ada yang jual helm, sepeda, motor custom, dan lainnya. Pada event kedua itu mulai masuklah tenant-tenant thrift. Waktu itu yang bukan thrift hanya dua, satu punya saya dan satu produk kaos band punya teman saya. Dari sana sampai ke sini banyak pelaku thrift masuk di sini,” beber dia. Fenomena thrift kian menjamur dan berkembang pesat sejak pada pandemi beberapa tahun ini. Pada 2020-2021 segmen pasar pakaian bekas impor masih dipenuhi kalangan anak muda. Namun masuk 2022 kalangan orang tua mulai masuk ke segmen pakaian bekas ini. Ini mulai menggeser dominasi pakaian distro yang booming era 2000-2015 lalu. “Saya tidak begitu paham peminat thrift ini karena apa, apakah karena hobi cari pakaian bekas bermerek, atau karena tidak punya uang untuk beli barang baru. Ini saya saksikan sendiri karena peminatnya terus bertambah. Sampai ke event yang ketujuh ini tetap ramai,” jelas dia. Dari data yang dipegang oleh Sindu, tenant-tenant yang bergabung dalam event bentukannya itu bisa dibilang panen pembeli. Rata-rata omzet harian mereka tembus jutaan hingga puluhan juta. Bahkan beberapa tenant besar ada yang untung sampai ratusan juta selama event berlangsung. Fenomena thrift akhirnya membuka peluang bisnis baru bagi sebagian orang untuk terus memutar roda ekonomi yang sempat jalan di tempat selama pandemi. Sebab, banyak usaha yang kolap dan karyawan terkena pemutusan hubungan kerja PHK. “Kalau ada yang bilang Indonesia jadi penampung sampah luar negeri, ya memang itu faktanya. Salah siapa? Tentu bukan kami. Salahkan pihak yang meloloskan barang ini saja. Kami hanya memanfaatkan untuk bisnis,” sindir Sindu. Pakaian bekas memang menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Dalam sehari event digelar tercatat 30 ribu orang masuk ke lokasi kegiatan baik untuk belanja atau hanya sekadar melihat-lihat. Salah seorang pembeli barang thrift, Rahardian Febri mengaku sesekali membeli barang-barang seperti pakaian dan sepatu bekas di event thrift yang banyak dihelat di Kota Bengawan. Karena itu mereka tak pelit menghabiskan uang sampai Rp 500 ribu hanya untuk membeli barang bekas tersebut. “Saya beli sepatu, kalau istri beli kemeja dan beberapa baju. Habis Rp 500 ribu ini tadi. Rp 300 ribu untuk sepatu, ini sisanya belanja pakaian istri,” kata dia. Memberi barang bekas dalam event semacam itu tidak menjadi halangan bagi pasangan suami istri yang satu ini. Lebih-lebih karena mereka beranggapan bisa lebih irit daripada belanja barang baru. Toh barang-barang yang dijual pun masih memiliki kualitas yang baik dan layak untuk digunakan. “Lebih irit bisa sampai 50 persen lebih. Misalnya sepatu ini saya beli Rp 300 ribu, padahal kalau baru itu di atas Rp 1 juta,” kata dia. Pakaian dan barang-barang fesyen bekas di pameran thirft memang jauh berbeda dengan yang ada di pasar loak yang khusus menyediakan barang serupa. Bekas bukan sekadar bekas namun harus berkualitas. Itulah konsep yang diusung oleh para pelaku usaha pakaian bekas yang kerap ikut pameran seperti di event Nglapak-Day tersebut. “Barang-barang saya ini bermerek semua, saya ambil dari Jepang, Korea, dan Australia, juga beberapa barang yang sudah diseleksi dari Jakarta, Bandung, dan kota besar lainnya. Kualitas dan kemasan bagus. Sudah dicuci dan disetrika,” kata Irene Rosdiana, Fakarin Thrift Shop Solo. Perempuan yang sempat terkena PHK massal saat pendemi itu akhirnya menemukan peluang baru untuk bisa memutar roda perekonomian. Bersama kawannya dia pun membentuk toko online pakaian bekas impor tersebut dan rutin mengikuti pameran. Dia pun selalu menjaga kualitas pakaian bekas yang dia jual agar selalu memuaskan para pelanggannya yang hadir dalam berbagai usia. “Saya bangun usaha ini sejak 2019. Awalnya iseng-iseng juga karena sebelumnya juga suka nge-thrift juga. Setelah kena PHK akhirnya saya mulai jualan fesyen seperti ini. Setahun itu bisa 12 kali event dan hanya di Solo. Saya kira makin ke sini makin diminati masyarakat dan makin merangkul berbagai segmen pembeli,” beber Irene. ves/bun/dam 5Menit. Bagikan ke: Peluang usaha bisnis jualan thrift shop baju bekas saat ini sangat menjanjikan. Bisnis thrift shop ini identik dengan jualan baju bekas dari luar negeri. Namun, sebenarnya ada beberapa barang yang bisa menjadi thrift shop seperti sepatu, buku, jam tangan, tas dan aksesoris lainnya. Buat kamu pemula yang belum tahu bagaimana FilterFashion PriaPakaian Dalam PriaAtasan PriaOuterwear PriaMasukkan Kata KunciTekan enter untuk tambah kata 763 produk untuk "pakaian bekas pria" 1 - 60 dari 763UrutkanAdKemeja Jumbo Pria Dewasa XXL XXXL Lengan Pendek Polos Baju Jumbo 5 rbKab. 70+AdKAOS POLOS PRIA COTTON COMBED 30S / ATASAN POLOS PRIA REGULAR FITS BaratReason 500+AdKemeja Pria Lengan Panjang Polos Kemeja Kerja Pria Kemeja 5 rbKab. 40+AdKaos Greenlight Baju Greenlight Kaos Greenlight Distro Size M L BandungTokkoto 72 100+Ad3Second Three Second Kaos 3Second Pria Wanita Size M L BandungTokkoto 250+durumagi - hanbok pria pakaian adat Korea CirebonChoir Shop & GrosirPreloved Pakaian Import Kemeja TimurRimaofficial2 Set Marks & Spencer Long John Pria Men Black Hitam Pakaian Dalam Pria / Celana Pendek Pria / Pakaian BaratLevelUpsBaju Pakaian Kemeja Pria Laki Laki Bekas Preloved 7 rbKab. TangerangBing-Good
Olehsebab itu, sebagai perancang dan pembuat pakaian, dirinya merasa sudah menjadi tugasnya untuk mencegah pemborosan limbah industri mode. "Jadi dalam acara ini saya bikin satu kreasi untuk upcycle fashion. Upcycle maksudnya adalah menaikkan siklus, menaikkan waktu dari barang itu sendiri," kata pria berusia 38 tahun itu.
404 Not Found - NotFoundHttpException 1 linked Exception ResourceNotFoundException » [2/2] NotFoundHttpException No route found for "GET /Ios-bisnis-online-yang-cocok-untuk-laki-laki-6255547" [1/2] ResourceNotFoundException Logs Stack Trace Plain Text
balcampur. jual pakaian import bekas,bal press/ karungan baik yang sudah disortir maupun masih mentah. bal campur khusus pakaian cewek isinya : dress, blouse, kardigan, daster, baju tidur kemeja,kaos branded dan kaos unbranded, kaos ketat, celana hotpant, rok, lingerie tanktop. perlu diketahui 1 bal besar 4 juta saja sudah bisa untuk buka toko
FilterKesehatanPerlengkapan KebersihanFashion WanitaPakaian Dalam WanitaAtasan WanitaFashion MuslimAtasan Muslim WanitaDress Muslim WanitaFashion Anak & BayiLihat Kategori lainnyaMasukkan Kata KunciTekan enter untuk tambah kata 24rb+ produk untuk "pakaian bekas" 1 - 60 dari 24rb+UrutkanAdJerigen Bekas 5 liter 1 kali pakai kondisi seperti baru 1% 1 rb+AdGENTLE GEN DETERJEN CAIR KONSENTRAT MORING BREEZE 750ml - UtaraINYA 6AdGENTLE GEN DETERJEN CAIR KONSENTRAT PARISIENNE GARDEN 750ml - UtaraINYA 2AdDETERJEN CAIR SO KLIN LIQUID SOFTERGENT SAKURA STRAWBERRY 750ml - UtaraINYA 5AdRINSO MOLTO DETERJEN CAIR ANTI NODA PERFUME ESSENCE 565ml - UtaraINYA 20Rak diskon Rak Obral Rak 30+Mesin Pengering Pakaian Konversi SelatanMESIN PENGERING 2lemari pakaian plastik 4 UtaratokoonlineRaisaPreloved - Pakaian Bayi 6-9 Dress Celana Rok Pakaian Wanita PRELOVED SECOND Collection 5 rbTangerangVariety Goods 12
Pusatpakaian bekas import luar negri, dari cina, korea, guangzou, jepang dll.tersedia berbagai macam bal / karung baju bekas import baik yg masih mentah (bal segel) maupun bal sortier . Bal sortir best seller untuk yang mulai usaha isi barang berkualitas tidak ada cacat,bisa dijual semuat,tidak ada barang reject/barang tidak laku
Hampir setiap orang pasti memiliki baju yang sudah nggak dipakai. Entah karena sudah nggak muat, ada kerusakan, atau pun terlupakan’. Jika baju tersebut masih layak pakai, tentu saja kita bisa mendonasikannya bagi orang lain yang membutuhkan. Koran Bekas Ide memanfaatkan koran bekas adalah mengubahnya menjadikan baju. Tak hanya bermanfaat, ide ini juga ramah lingkungan karena membantu mengurangi sampah Kertas. Caranya pun mudah, lho! Kamu hanya perlu menggunting-gunting koran bekas hingga membentuk baju yang unik. Kaleng bekas Kaleng bekas yang tidak terpakai sayang dibuang, akan tampak lucu jika dikenakan untuk baju. Hanya cukup sedikit jahitan untuk membuat ukurannya lebih mengecil sesuai tubuh kamu. Plastik bekas Punya banyak plastik bekas, tapi sudah nggak terpakai? Lebih baik manfaatkan saja sebagai baju! Caranya mudah banget, kok. Dacron bekas Punya dacron yang sudah nggak terpakai? Daripada dibuang, mending ubah saja menjadi baju lucu. Koran bekas jadi jaket Pra perempuan pasti suka, deh, ide daur ulang pakaian bekas ini! Manfaatkanlah koran bekasmu menjadi jaket yang cantik. Caranya guntinglah koran sehingga jadi potongan panjang. Kamu juga bisa menjahitnya agar lebih rapi serta menambahkan hiasan seperti kancing dan lainnya sesuai kreativitasmu. Daur ulang balon Akhir-akhir ini, tuh, menyulap balon menjadi baju baru’ juga sedang ngetren, lho! Nggak perlu bingung cara membuatnya, dong, karena kini sudah banyak tutorialnya di internet. Dengan sedikit usaha, kan, pakaian lamamu akan tampak lebih trendi seperti baru. Mulai dari baju santai hingga modis sekalipun. Tempat telur jadi baju Nah, kalau ide memanfaatkan tempat telur bekas yang satu ini pasti paling unik. Nggak perlu ribet dan kreatif-kreatif banget, kok. Cukup gunting saja tempat tepur bekas menjadi lap kecil sehingga lebih mudah digunakan. Kamu juga bisa menggunakannya sebagai pengganti tisu untuk mengelap sesuatu yang tumpah. Praktis dan hemat, bukan? Plastik Snack Daur ulang plastik snack bekas menjadi baju yang simpel. Jika kamu ingin memiliki baju unik, sebaiknya di buat dari plastik Snack ini aja deh. Selain bisa dijadikan berbagai macam jenis baju, cara pembuatannya juga mudah ko. Plastik bekas jadi gaun Daur ulang plastik bekas menjadi gaun modis yang cocok buat para anak. Perempuan biasanya mempunyai lebih banyak baju di bandingkan dengan laki-laki. Wajar, karena perempuan ingin selalu tampil menarik dan istimewa di khalayak umum. Namun, terkadang perempuan juga terlalu cepat bosan dengan penampilan pakaiannya. Plastik jadi gaun unik Daur ulang plastik bekas menjadi gantungan gaun yang menarik. Dengan menggunakan baju dari plastik bekas, membuat kamu akan ingat terus terhadap maknanya. Selain itu sangat indah dan menarik untuk dilihat. Itulah ide kreatif memanfaatkan barang bekas yang bisa kamu ikuti. Siapa sangka, kan, baju lama milikmu ternyata bisa jadi sesuatu yang lebih kece? . 404 337 85 273 189 387 468 383

baju dari barang bekas untuk laki laki